Software Retail Grosir: Mengatur Satuan, Harga Bertingkat, dan Piutang

Toko grosir menjual barang yang sama dalam tiga bentuk: per karton ke pedagang, per pak ke warung, dan per biji ke pembeli eceran. Harganya berbeda di tiap bentuk, sebagian pembeli membayar belakangan, dan pembeli besar meminta faktur. Software kasir eceran biasa hanya mengenal satu bentuk barang dan satu cara bayar, sehingga stok grosir hampir selalu meleset.

Diperbarui: 27 Oktober 2026 Waktu baca: 8 menit Oleh: Tim PRS Retail System
Jawaban singkat

Software retail grosir yang tepat harus menguasai tiga hal yang tidak ada di kasir eceran biasa. Satuan bertingkat: satu barang dijual per karton, per pak, dan per biji, tetapi stoknya disimpan dalam satu satuan terkecil supaya tidak pernah ganda. Harga bertingkat: harga berbeda per kemasan dan per jumlah beli, dihitung otomatis oleh sistem. Piutang terkendali: setiap pelanggan tempo punya limit kredit, umur piutangnya terlihat, dan penjualan baru sebaiknya tertahan bila limitnya terlampaui. Toko grosir yang juga melayani eceran sebaiknya menjalankan keduanya dari satu stok yang sama.

Apa yang Membuat Grosir Berbeda dari Toko Eceran?

HalToko eceranToko grosir
PembeliKonsumen akhirPedagang, warung, kantor, proyek
Satuan jualBijiKarton, pak, dan biji
HargaSatu hargaBerbeda per kemasan dan per jumlah
PembayaranTunai di tempatTunai dan tempo
DokumenStrukPesanan, surat jalan, faktur
PengirimanDibawa pembeliSering diantar

Kalau software hanya memahami kolom kiri, toko grosir terpaksa mengakali kolom kanan: mencatat karton sebagai barang terpisah, mengetik harga grosir manual, dan menyimpan daftar piutang di buku. Ketiga akalan itu adalah sumber selisih yang paling umum di toko grosir.

Bagaimana Mengatur Satuan Karton, Pak, dan Biji Tanpa Stok Kacau?

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah mendaftarkan karton, pak, dan biji sebagai tiga barang berbeda dengan tiga stok berbeda. Begitu satu karton dibuka untuk dijual eceran, stok karton tidak berkurang dan stok biji tidak bertambah, kecuali seseorang ingat mencatatnya.

Cara yang benar: satu barang, satu stok, beberapa kemasan. Stok disimpan dalam satuan terkecil, dan setiap kemasan hanya punya angka isi.

Contoh ilustrasi — angka karangan untuk memperjelas:

KemasanIsiTerjualStok berkurang (biji)
Karton4 pak = 48 biji2 karton96
Pak12 biji3 pak36
Biji110 biji10
Total142 biji

Dengan cara ini tidak ada istilah "membuka karton" yang harus dicatat. Stoknya satu angka, dan laporan bisa menampilkannya kembali dalam karton, pak, atau biji sesuai kebutuhan.

Jebakan pembagi

Modal per pak bukan modal per biji dikali jumlah pak dalam karton. Modal per pak = modal per biji × isi pak (12 pada contoh di atas). Salah memilih pembagi membuat modal pak tampil berlipat, dan harga yang sebenarnya sehat terbaca rugi.

Bagaimana Menjalankan Harga Bertingkat Tanpa Salah Hitung?

Grosir biasanya memakai dua jenis harga bertingkat sekaligus:

Keduanya harus dihitung sistem saat barang dipindai, bukan dihafal kasir. Harga yang dihafal hampir pasti berbeda antar kasir, dan pelanggan grosir akan cepat menemukan kasir yang paling murah.

Satu pemeriksaan yang wajib: harga terendah di tangga paling bawah tetap harus di atas modal. Harga grosir sering disusun dengan memotong persentase dari harga eceran, dan di barang bermargin tipis potongan itu bisa menembus modal. Perbedaan rumus margin dan markup yang sering menjebak di sini kami uraikan di margin vs markup.

Bagaimana Mengendalikan Piutang dan Limit Kredit Pelanggan?

Penjualan tempo adalah cara grosir bersaing, sekaligus cara grosir paling sering kehabisan uang. Pengendaliannya bertumpu pada tiga hal:

Yang tidak boleh terjadi: daftar piutang di buku atau lembar kerja terpisah dari penjualan. Begitu terpisah, angka piutang dan angka penjualan pasti menyimpang, dan yang dirugikan selalu toko.

Dokumen Apa Saja yang Harus Dihasilkan Software Grosir?

Penjualan grosir ke pelanggan usaha biasanya berjalan dalam urutan dokumen ini:

Urutan ini penting karena stok berkurang saat barang dikirim, dan piutang lahir saat faktur terbit. Software yang mengurangi stok saat pesanan dibuat akan membuat stok terlihat habis padahal barangnya masih di gudang.

Bisakah Grosir dan Eceran Berjalan dari Satu Stok?

Bisa, dan sebaiknya memang begitu. Banyak toko grosir di Indonesia juga melayani pembeli eceran di meja kasir. Kalau keduanya memakai sistem yang berbeda, stok harus disalin bolak-balik dan hampir pasti tidak pernah cocok.

Bentuk yang sehat: kasir eceran dan pesanan grosir mengurangi stok yang sama, dengan harga yang mengikuti jalurnya masing-masing. Pemilik melihat satu laporan penjualan yang bisa dipisah per jalur.

Untuk itu, PRS Retail System menyediakan kasir eceran dan jalur pesanan penjualan dalam satu sistem: satuan berjenjang per barang, harga per kemasan dan promo jumlah bertingkat, limit kredit dan umur piutang pelanggan, sampai ekspor faktur pajak keluaran ke format impor Coretax. Rinciannya ada di halaman fitur. Kalau Anda masih membandingkan beberapa sistem, mulai dari apa itu POS retail untuk menyamakan istilah lebih dulu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa bedanya software grosir dengan aplikasi kasir eceran?
Software grosir mengenal satu barang dalam beberapa kemasan (karton, pak, biji) dengan satu stok, harga bertingkat per kemasan dan per jumlah, penjualan tempo dengan limit kredit dan umur piutang, serta dokumen pesanan, surat jalan, dan faktur. Aplikasi kasir eceran umumnya hanya mengenal satu satuan dan pembayaran tunai.
Bagaimana cara mencatat barang yang dijual per karton dan per biji?
Daftarkan sebagai satu barang dengan beberapa kemasan, bukan sebagai barang terpisah. Stok disimpan dalam satuan terkecil, dan setiap kemasan hanya menyimpan angka isinya. Penjualan per karton otomatis mengurangi stok sejumlah isi karton tersebut.
Apa itu harga bertingkat di toko grosir?
Harga bertingkat adalah harga yang berbeda menurut kemasan atau jumlah beli. Contohnya harga per biji lebih murah bila dibeli satu karton, atau harga turun lagi untuk pembelian mulai jumlah tertentu. Sistem harus menghitungnya otomatis supaya tidak bergantung pada hafalan kasir.
Bagaimana mengendalikan piutang pelanggan grosir?
Beri setiap pelanggan tempo limit kredit, tahan penjualan baru yang melampaui limit sampai disetujui, pantau umur piutang per pelanggan, dan catat pelunasan per faktur. Piutang harus berasal dari data penjualan yang sama, bukan buku terpisah.
Apakah toko grosir yang juga melayani eceran perlu dua sistem?
Tidak perlu, dan sebaiknya tidak. Kasir eceran dan pesanan grosir sebaiknya mengurangi stok yang sama dalam satu sistem, dengan harga mengikuti jalurnya masing-masing, sehingga stok tidak perlu disalin dan laporan penjualan tetap satu.

Artikel Terkait